Friday, 2 December 2016

PERSEPSI INDERAWI (DALAM PANDANGAN ISLAM) Makalah Dipresentasikan pada Mata Kuliah Psikologi Islam

A.           PENDAHULUAN
Manusia tidak dapat lepas dari aktivitas lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial.  Sejak dilahirkan, manusia secara langsung sudah berhubungan dengan sekitarnya dan sejak itu pula ia mulai menerima rangsang (stimulus)  dari luar dirinya. Yang disebut dengan Persepsi. Persepsi adalah proses pengolahan informasi dari lingkungan yang berupa stimulus, yang diterima melalui alat indera dan diteruskan ke otak untuk diseleksi, lalu diorganisasikan, dikelompokkan, digolongkan sehingga menimbulkan penafsiran atau penginterpretasian yang berupa penilaian dari penginderaan atau pengalaman sebelumnya. Sehingga persepsi itu dapat membuat manusia bisa memilih (ikhtiyar) dan memilah (tafriq), membedakan (tamyiz), menilai dan menentukan (tahkim) mana yang benar dan mana yang salah, mana yang berguna dan mana yang berbahaya. Media yang digunakan untuk Persepsi inderawi untuk memperoleh ilmu meliputi kelima indera (pendengar, pelihat, perasa, penyium, penyentuh). Dan pembahasan Persepsi indrawi akan tersusun pada makalah dibawah ini akan terfokus pada proses terjadinya persepsi  dalam pengidraan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi.

B.            RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana proses terjadinya persepsi dalam pengindraan?
2.      Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi persepsi?
3.      Bagaimana persepsi indrawi dalam Al-Qur’an?


C.           PEMBAHASAN
1.      Definisi Persepsi Indrawi
Kata persepsi berasal dari kata perception yang berarti penglihatan, tanggapan, daya memahami atau menanggapi sesuatu yang diawali dengan pengindraan kemudian di transfer ke otak.[1] Sedangkan indrawi bersal dari kata indra yang berarti alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba dan merasakan sesuatu secara naluri (intuitif). Pengindraan adalah cara, proses, perbuatan alat untuk merasakan sesuatu.[2] Dalam kamus besar bahasa Indonesia persepsi adalah proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui paca inderanya.[3] Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.[4] Sedangkan menurut para ahli, salah satunya Jalaludin Rahmat memaknai bahwa persepsi merupakan mengalaman tentang objek, peristiwa, pengalaman atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.[5]
Jadi bisa disimpulkan bahwa persepsi indrawi adalah proses diterimanya rangsang (objek, kualitas, hubungan anta gejala, maupun peristiwa) melalui pengindraan sampai rangsangan itu disadari dan dimengerti.
2.      Proses terjadinya Persepsi
Tahap awal dari proses persepsi adalah sensasi, sensasi adalah kesadaran akan adanya suatu rangsang. Sensasi sama dengan pengindraan. Semua rangsang masuk dalam diri seseorang melalui panca indra, yang kemudian diteruskan ke otak yang menjadikan sadar akan adanya rangsang tersebut. Rangsang yang sekedar masuk dalam diri seseorang tetapi hanya menyadarinya tanpa mengerti atau memahami rangsang tersebut disebut sensasi. Tetapi jika disertai dengan pemahaman atau pengertian tentang rangsang tersebut dinamakan persepsi.[6]
Proses terjadinya persepsi yaitu objek yang menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indra atau reseptor. Proses stimulus mengenai alat indra merupakan proses kealaman atau proses fisik. Stimulus yang diterima oleh alat indra diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini disebut fisiologis. Kemudian terjadilah proses diotak sebagai pusat kesadaran sehingga individu menyadari apa yang dilihat, atau apa yang didengar, atau apa yang diraba, yaitu stimulus yang diterima melalui alat indra. Dalam proses persepsi,  terdapat 3 komponen utama, yaitu:
a.       Seleksi, adalah proses penyaringan oleh indra terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.
b.      Interpretasi, yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang.
c.       Interpretasi dan persepsi kemudian diterjemahkan dalam bentuk jadi tingkah laku sebagai reaksi, dan pembulatan terhadap informasi yang sampai.
Bagi hampir semua orang, sangatlah mudah untuk melakukan perbuatan melihat, mendengar, membau, merasakan, dan menyentuh, yakni proses-proses yang sudah ada semestinya ada. Namun, informasi yang datang dari organ-organ indra, perlu terlebih dahulu diorganisasikan dan diinterpretasikan sebelum dapat dimengerti, dan proses ini dinamakan persepsi.
Menurut pareek proses persepsi terbagi menjadi 5, sebagai berikut:
a.       Proses menerima rangsangan.
b.      Proses menyeleksi rangsangan.
c.       Proses mengorganisasian.
d.      Proses penafsiran.
e.       Proses pengecekan.[7]
Jadi dapat disimpulkan proses persepsi dari pendapat diatas, bahwa persepsi merupakan komponen pengamatan yang di dalam proses ini melibatkan pemahaman dan penginterpretasikan sekaligus.

3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
Faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi seseorang terhadap suatu objek yang sama diantaranya menurut Dirga Gunarsa yaitu:
a.       Adanya motif menyebabkan munculnya keinginan individu melakukan sesuatu dan sebaliknya.
b.      Kesediaan dan harapan yang menentukan pesan mana yang akan dipilih untuk diterima selanjutnya.
c.       Intensitas rangsang (kuat lemah rangsang yang diterima) akan sangat berpengaruh.[8]
Sedangkan menurut suharnan menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu :
a.       Familiaritas
Objek-objek yang sudah dikenal akrab akan lebih mudah dipersepsi dari pada objek yang baru atau masih asing.
b.      Ukuran
Objek yang ditampilkan dengan ukuran besar akan lebih mudah dipersepsi atau dikenali daripada yang berukuran kecil.
c.       Intensitas
Objek yang memiliki warna tajam atau mencolok akan lebih mudah dikenali.
d.      Konteks objek (gerak)
Objek yang bergerak cenderung lebih mudah dipersepsi.
e.       Perhatian
Biasanya seseorang tidak menangkap seluruh rangsang yang ada disekitarnya sekaligus, tetapi memfokusikan perhatiannya pada satu objek.

4.      Persepsi indrawi dalam pandangan al-Qur’an
Persepsi adalah fungsi psikis yang penting yang menjadi jendela pemahaman bagi peristiwa dan realitas kehidupan yang dihadapi manusia. Manusia sebagai makhluk yang diberikan amanah kekhalifahan diberikan berbagai macam keistimewaan yang salah satunya adalah proses dan fungsi persepsi yang lebih rumit dan lebih kompleks dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Dalam Qs. Al-mukminun ayat 12-14:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."(Q.S. Al- mu'minun : 12)
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."(Q.S. Al- mu'minun : 13)
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."(Q.S. Al- mu'minun : 14)
Dalam ayat diatas dijelaskan proses penciptaan manusia dilengkapi dengan penciptaan fungsi-fungsi pendengaran dan penglihatan. Dalam ayat ini tidak disebutkan telinga dan mata, tetapi sebuah fungsi. Kedua fungsi ini merupakan fungsi vital bagi manusia dan disebutkan selalu dalam keadaan berpasangan. [9]
QS. An –Nahl: 78
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”
Maksud ayat ini adalah, Allah mengajari kalian apa yang sebelumnya tidak kalian ketahui, yaitu sesudah Allah mengeluarkan dari perut ibu kalian tanpa memahami dan mengetahi sesuatu apa pun. Allah mengkaruniakan kepada kalian akal untuk memahami dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. [10]
Itulah beberapa ayat yang kaitannya dengan persepsi inderawi dan masih banyak ayat lain yg berkenaan dengan itu. Persepsi itu muncul setiap saat, apapun yang terdeteksi oleh panca indra selalu dipersepsikan. Untuk memperoleh akurasi persepsi maka langkah yang terbaik ialah melihat dunia dan kehidupan melalui ‘kaca mata Sang Pencipta.

D.           ANALISIS
Melalui pembahasan diatas penulis dapat menganalisis bahwa persepsi inderawi adalah pandangan melalui indra manusia yang menerima rangsangan atau stimulus dan diseleksi serta diproses sehingga menimbulkan reaksi tertentu, dalam memberikan reaksi seseorang akan memproses tangkapan inderanya terlebih dahulu dengan proses fisiologis sehingga akal dapat mencerna apa yang ditangkap oleh indra berupa penglihatan, pendengaran, dan sebagainya. informasi yang datang dari organ-organ indra, perlu terlebih dahulu diorganisasikan dan diinterpretasikan sebelum dapat dimengerti, dan proses ini dinamakan persepsi.
Persepsi indrawi terjadi karena beberapa faktor yakni, keinginan pribadi seseorang untuk melakukan sesuatu, adanya rangsangan atau stimulus dari luar yang menyebabkan seseorang sehingga menimbulkan suatu reaksi, ukuran dan penempatan dari objek, warna dari suatu objek, keunikan dan kekontrasan suatu objek, serta gerakan dari objek. Hal – hal demikianlah yang mempengaruhi indrawi kita sehingga menimbulkan suatu proses persepsi.
Al-Qur’an merupakan kalamullah yang kita miliki, didalamnya memuat berbagai persoalan serta pemecahannya, begitu pula dengan persoalan persepsi indrawi. Dalam Al-Qur’an di jelaskan bahwa manusia dibekali oleh alat indra yang harus digunakan dengan sebagaimana mestinya, sehingga manusia dapat memberikan manfaat untuk dirinya, orang lain, dan senantiasa dekat dengan Allah.

E.            KESIMPULAN
1.      persepsi indrawi adalah proses diterimanya rangsang (objek, kualitas, hubungan anta gejala, maupun peristiwa) melalui pengindraan sampai rangsangan itu disadari dan dimengerti.
Proses terjadinya persepsi yaitu objek yang menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indra atau reseptor. Proses stimulus mengenai alat indra merupakan proses kealaman atau proses fisik. Stimulus yang diterima oleh alat indra diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak.
2.      Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi persepsi terhadap orang lain yaitu:
a.       keadaan stimulus dari orang yang dipersepsi,
b.      situasi sosial tempat mana stimulus berada,
c.       keadaan atau karakteristik dari orang yang mempersepsi (perseptor).
3.      Persepsi indrawi dalam kacamata Al-Quran ditafsirkan dari beberapa ayat, diantaranya surat al-mu’minun ayat 12 – 14, dan surat an-nahl ayat 78. Dari 2 ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa manusia dibekali oleh alat indra sedari ia masih dalam kandungan, sehingga nantinya apabila manusia itu dilahirkan ia dapat tumbuh dan berpengetahuan yang luas dengan menggunakan pengindraan yang dimiliki.


DAFTAR PUSTAKA

Alquranul Karim
Jhon M. Echold dan Hasan Sadily, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Gramedia, 1995
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2002
Alex sobur, Psikologi Umum, Bandung: Pustaka Setia, 2003
Jalaludin Rahman Shaleh, Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, Jakarta: Kencana, 2004
MIF Baihaqi, Dkk, Psikiatri Konsep Dasar dan Gangguan-Gangguan, Bandung: RefikaAditama, 2005
Singgih Dirga Gunarsa, Pengantar Psikologi, Jakarta: Sumber Widya, 1992
http://tafsirq.com/topik/an+nahl+78 diakses pada 19 Oktober 2016




[1] Jhon M. Echold dan Hasan Sadily, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1995), hal. 105.
[2] Op.cit hal. 87
[3] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), hal.863.
[4] Alex sobur, Psikologi Umum,(Bandung: Pustaka Setia, 2003), hal. 445.
[5] Jalaludin Rahman Shaleh, Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Kencana, 2004) cet Ke-1, Ed, Ke-1, hal. 88-89.
[6] MIF Baihaqi, Dkk, Psikiatri Konsep Dasar dan Gangguan-Gangguan, (Bandung: RefikaAditama, 2005), hal. 63.
[7] Alex Sobur, Psikologi Umum, hal. 451.
[8] Singgih Dirga Gunarsa, Pengantar Psikologi, (Jakarta: Sumber Widya, 1992), cet, Ke-4, hal. 107
[10] http://tafsirq.com/topik/an+nahl+78 diakses pada 19 Oktober 2016

1 comment:

  1. sia titanium - TITanium Art
    $3.98 · ‎In rocket league titanium white octane stock‎View 16 more rowsDimensions: 76 titanium tv × titanium dioxide skincare 7 × 10 medical grade titanium earrings inItem titanium mens rings Weight: 6.12 pounds

    ReplyDelete